Pagi yang seperti biasa, gak ada yang aneh kecuali semalem ada sebuah mahluk menjijikan masuk ke kosan, ntahlah apa yang ada di benak kecoa itu, sampe2 dia masuk ke kosan yang seolah-olah kecoa itu melenggang dengan sambil membawa spanduk bertuliskan “Bunuhlah saya, saya sudah muak hidup di comberan“, gw sama salah satu object penderita gw temen gw yang kebetulan ada di situ, langsung sigap menanggapi tulisan di spanduk yang di bawa kecoa itu, segala macam perlengkapan perang seperti botol aqua mineral, sendal, sapu dan bahkan spray pengharum ruangan pun di siapkan dengan seksama untuk mewujudkan keinginan mahluk laknat kecoa itu.
ok, bukan kecoa keparat itu yang mau gw ceritain disini, tapi tentang kabar baik dari si Mbe’ di siang hari pagi hari itu setelah gw bangun tidur, kira2 sms nya begini :
“Wid, Lo Dapet Nonton Premiere Gratis Kambing Jantan”
Singkat, padat, bermakna, jelas, cerdas, antusias, dan menyakitkan (baca:menyenangkan) serta menusuk (baca:menggembirakan) itu memang ngebuat gw terbangun dari kasur dan langsung telp ke dia untuk konfirmasi, gak puas, gw langsung mandi dan berangkat ke kantor untuk segera mengecek alamat blog nya Raditya Dika. Dan gw donlot daftar 250 korban partisipan yang mendapat tiket premiere gratis tersebut. Ok nama gw ada di urutan 124.
Trailer Kambing Jantan :
Huahahahaha.. ternyata gw salah satu korban dari si kambing jantan ini untuk membuang-buang dengan sukacita menyempatkan diri waktu gw buat nonton film itu di XXI Pondok Indah Mall, bersama 249 blogger lainnya yang dapet tiket gratis itu, dan bersama tentunya Raditya Dika itu sendiri dan artis2 undangan lainnya , oh sungguh malangnya bahagianya hati ini.
Ok, dan gw harus datang hari selasa 3 Maret 2009 di XXI PIM pukul 19.00 untuk mengambil tiket gratisnya itu cukup menunjukan KTP saja.
By The Way, kecoa itu sukses melarikan diri ketika mulai di semprot pake pengharum ruangan dengan meninggal kan spanduk “Bunuhlah Aku” yang di bawanya tadi. Mungkin dia masih memikirkan anak dan istrinya serta semua sanak familinya yang masih hidup mlarat bahagia di comberan.






