
Scene Of A Memory (1999)
Udah 2 bulan ini gw dengerin album Dream Theater yang bertitle “The Scene of A Memory” , gw udah sekitar 3-4 taun ini mulai keranjingan musik-musik Dream Theater, tapi baru pengen bener-bener ngedalemin setahun yang lalu, dan akhir taun kemaren gw sempet penasaran dengan cerita yang ada di albumnya yang Scene of A Memory.
Secara gak sadar, tiap hari dengerin album ini terus menerus, dan gak terasa juga gw udah 2 bulan dengerin lagu ini hampir tiap harinya.
Seperti biasa band-band Progressive lainnya, di setiap albumnya Dream Theater menyuguhkan sebuah cerita, yang bersambung baik musik maupun liriknya dari lagu ke lagu di album tersebut, bahkan album The Scene of A Memory ini adalah lanjutan dari album Metropolis Part 1.
Di album ini menceritakan kejadian masa lalu yang diceritakan di masa sekarang, di album ini juga terdapat beberapa tokoh, yaitu :
Tokoh Sekarang :
- The Hipnotherapist
- The Old Man
- Nicholas (Pemeran Utama)
Tokoh Masa Lalu :
- Victoria (The Girl)
- Julian Baynes
- Sen. Edward Baynes
Ok, cukup berteori, kali ini bahas album The Scene of A Memory, yang menurut gw, inilah the Greatest Album Ever! (subjective)
SCENE 1 : Regression
Nicholas merasa ada sesuatu yang janggal pada dirinya, dan mencoba untuk mencari akan kejanggalan itu, maka dari itu, Nicholas datang ke sebuah tukang Hipnotis (The Hypnotherapist). Disana dia mendapatkan beberapa terapi, dan inilah kata-kata The Hypnotherapist di scene pertama ini, di lagunya yang pertama :
“Close your eyes and begin to relax.
Take a deep breath, and let it out slowly.
Concentrate on your breathing. With each breath you become more relaxed. Imagine a brilliant white light above you, focusing on this light as it flows through your body.
Allow yourself to drift off as you fall deeper and deeper into a more relaxed state of mind. Now as I count backward from ten to one, you will fill more peaceful, and calm. Ten. Nine. Eight. Seven. Six.
You will enter a safe place where nothing can harm you.
Five. Four. Three. Two.
If at any time you need to came back, all you must do is open your eyes.
One.”
Dan Nicholas pun menutup matanya untuk mencari tahu, apakah sesuatu yang selalu membuat dia bertanya-tanya akan sesuatu dari mimpinya yang selalu menghantui dia.
Akhirnya Nicholas dapat masuk ke alam bawah sadarnya itu, disana dia seolah bisa merasakan suasana seperti di alam mimpinya. Dia pun bisa merasakan semua hal yang ada di mimpinya itu, seolah-olah semuanya seperti nyata.
Mimpi yang nyata, seolah kembali ke masa itu, tahun 1928, bertemu dengan gadis itu. ya.. dan gadis itu bernama Victoria.
SCENE 2 – PART I : Overture ( 1928 )
[Instrument]
SCENE 2 – PART II : Strange De Javu
Seperti yang sudah terjadi di Scene 1, Nicholas telah memasuki alam bawah sadar itu berkat bantuan The Hypnotherapist. Penyebab Nicholas ingin memasuki alam bawah sadar itu dikarenakan oleh mimpi-mimpinya yang dia rasakan tiap terlelap, setelah memejamkan mata, dan gadis itu datang, dia adalah Victoria.
Victoria tinggal di sebuah rumah tua, dan kamarnya terletak tepat di lantai atas tepat setelah tangga. Ketika Nicholas mulai menaiki tangga, dan dia melihat Victoria sedang bercermin, dia tatap wajahnya yang bersih, bahkan Nicholas sempat bertanya dalam hati “Kenapa Aku Disini?“. Nicholas memperhatikan matanya yang sayu, seolah menyimpan cerita yang tak pernah ada orang lain mengetahuinya, dan Nicholas merasakan, ada sesuatu yang aneh pada diri Victoria, dia seolah menangis, tapi tak bisa terluapkan.
Nicholas pun berjanji, malam ini dia akan mencari tau, ada apa dengan semua kejadian aneh ini. Tak ada seorang pun yang tahu, tapi dia yakin akan jawaban yang dia cari itu akan dia temui.
…bersambung ke SCENE 3 – PART I & PART II : Through My Words & Fatal Tragedy
SUMBER : Dari Sini






woooo
hedop dream theater
eh eh dapet darimana ini ceritanya
di kasi credits donk kalo ngambil dari tempat laen
huahahah..
mantap banget emang album ini..
gw ngambil dari lyricnya disini cuy :
http://www.darklyrics.com/lyrics/dreamtheater/scenesfromamemory.html
halah wid… masih dengerin SFAM? dengerin in the precence of enemies aja…
@Satrio
iyo bos, aku juga dengerin itu, tapi yang Precence of Enemies belom di renungkan, tapi pasti bakal di renungkan (LOL)
[...] … sambungan dari SCENE 1 & SCENE 2 [...]
Aing teu ngarti maneh ngomong naon wid.
beda aliran.
god jazz u! let me swing u! mother funk -er !
@masdabhakti
)
sante mbe’, banyak orang yang gak ngerti kok
huahahahhaha