Feeds:
Posts
Comments

2012

2012-poster-2

Rencana Jum’at malam tanggal 13 November 2009 gw harus nonton film yang sudah dari bulan lalu gw tunggu-tunggu semenjak pertama kali liat Trailernya. Karena temen gw yang ngabarin Jum’at siang kagak jadi nonton, jadi deh ane nekat nonton sendirian Jum’at Malem di Blitzmegaplex Teras Kota. Dan hokinya lagi, waktu gw dateng tu Seat tingggal nyisa 1 biji doang di G-10 (Nomor 3 Dari Depan), gpp deh, cuz emang daripada gw penasaran mulu, mendingan gw nekatin nonton sendirian Jum’at malem di Blitzmegaplex Teras Kota BSD dan duduk nomor 3 dari depan yang kurang mengenakan.

Jadi film ini garapan 2 Sutradara terkenal yang masing masing telah menggarap film Independence Day dan The Day After Tomorrow. Kayaknya mereka berdua memang Spesialis Disaster :P , Visual Efect dalam film ini sempurna, keren, fantastis, atau apalah umat manusia menyebutnya, yang jelas lo semua bakal ngeri sampe brasa kayak di Teror, kalo ngebayangin tu efek bener2 kejadian di dunia nyata pada waktunya nanti. (semoga jangan)

Efek, Retakan-retakan bumi yang panjang banget, lebar, dan terjadi di tengah2 kota sehingga seluruh isi kota masuk ke dalam retakan-retakan bumi tersebut, ada juga adegan dimana Washington dihajar Gempa 9.4 SR dan sampai terlihat sebuah pulau terangkat dengan kemiringan 45 derajat sehingga semua isi pulau itu jatuh ke laut T_T , Gunung meletus yang sangat dahsyat, dan Tsunami yang tinggi Gelombangnya Lebih tinggi dari Gedung-Gedung tinggi di Amerika. Semua adegan itu sambung menyambung selama pertunjukan dan otomatis ngebuat penonton tegang ( cewe’ sebelah ane malah sampe ngangkat kakinya beberapa kali gara2 kaget dan miris, wakakkakakak).

Alur cerita menurut gw biasa aja, umumlah, kayak film2 Disaster pada umumnya, kalo ane ceritain gak enak ama yang belum nonton :P

Yang jelas, selama pertunjukan film yang gw rasain tak henti2nya adalah Tegang!, Takjub sekaligus Ngeri. Pokoknya tu Visual Efek gila2an dah, gw sebagai pecinta film2 yang bervisual efek edan2an, gak puas nonton kalo cuma sekali, jadi senin depan gw mau nonton lagi.

Lebaran 2009

mudik

Ya, memang telat juga ngeposting tentang lebaran baru hari ini :D

KAPOK untuk berlebaran tanpa beli tiket lagi, mulai lebaran berikutnya saya harus pesen tiket pulang-pergi dari jauh2 hari sebelumnya, karena pengalaman tahun ini mengatakan untuk jangan mudik jika belum punya tiket, karena anda harus berjubel di bis Ekonomi amatiran yang route perjalanannya bisa di bilang sangat flexibel demi menghindari kemacetan tanpa peduli penumpangnya (baca : saya) sampai di tempat tujuannya atau tidak itu bukan urusan awak bus, kalo awak bus yang penting sampai di pool tepat waktu, dan bisa setor sebanyak mungkin dan duidnya bisa buat mabok-mabokan XD, ehehehehe.. just kidding :D

Yang jelas, malam itu tanggal 17 September 2009 saya memutuskan untuk mudik ke kampung halaman ku yaitu Tegal Laka Laka bersama keluarga, yang rencananya saya dari kantor menuju rumah dulu yaitu di Sukamandi – Subang, dan kemudian melanjutkan perjalanan bersama keluarga menggunakan bis rombongan komplek perumahan keluarga saya menuju Tegal Laka Laka.

Rencana saya berangkat dari kantor (Kalideres – Jakarta Barat) pukul 16.00 menuju Sukamandi demi mengejar waktu supaya bisa ikut rombongan bersama keluarga menuju kampung halaman Tegal ku tercinta, karena rombongan akan berangkat pukul 21.00. Dengan estimasi waktu yang telah dihitung dengan rumus kemacetan jakarta metode bus ekonomi Bhineka atau Luragung jurusan Cirebon maka dirasa akan cukup jika berangkat dari kantor jam 16.00.

Rute yang akan saya tempuh adalah :

Kantor (Kalideres) -> Kebon Nanas -> Kebon Jeruk, untuk mendapatkan Bus dari arah Merak – Cirebon lalu saya akan turun di depan perumahan saya di Sukamandi – Subang setelah menempuh perjalanan + macet = 4 jam (normal = 2 jam), sehingga estimasi waktu akan tiba di Sukamandi pukul 20.00.

Tapi apa hendak di kata, untung tak dapat diraih dan malang tak dapat di tolak, perjalanan dari kantor menuju kebon jeruk sesuai rencana, tapi rencana rusak gara-gara nunggu bisnya lebih dari setengah jam, dan ketika dapet bus Bhineka jurusan Cirebon, bus tersebut ngetem hingga pukul 18.00 baru berangkat dari Kebon Jeruk menuju Cirebon.

Tol Cikampek saat itu lancar, dan bisa menempuh waktu kira-kira 1 hingga 2 jam, jadi keluar tol cikampek diperkirakan pukul 19.30. Parahnya, lajur Pantura sudah sangat padat saat bus keluar Tol Cikampek, sehingga bus menggunakan jalur ke arah Subang yaitu via Sadang. Kalau lewat Subang, otomatis bus tidak akan melewati Sukamandi, otomatis saya tidak bisa mengejar rombongan keluarga untuk mudik ke Tegal, otomatis saya harus estafet untuk mencapai Tegal, Oh tidak!, saya harus mengambil langkah cepat supaya masih bisa mudik bareng keluarga.

Panik karena entah saya berada di daerah mana karena bus melewati jalur-jalur alternatif karena jalur pantura macet, lewat desa, ada hutannya, kanan – kiri kosong, sepi, ah.. sudahlah, saatnya menggunakan teknologi Handphone untuk calling ke rumah guna mendapatkan solusi terbaik.

[Saya] : “Pah, hm.. bus yang aku naikin kayaknya gak lewat depan komplek deh, kayaknya lewat langsung ke Subang, gimana yah?”, dengan nada di kalem-kalemin padahal sedang panik.

[Papah] : “Loh!, kamu naik bus apa?”

[Saya] : “Bhineka pah.”, dengan nada dingin, masih pura-pura tidak panik.

[Papah] : “Wah, kalo udah ngambil jalur Sadang berarti bus nya mau langsung ke Subang tuh”, diucapkan dengan nada yakin seyakin-yakinnya tanpa keraguan sedikitpun.

[Saya] : “Trus gimana pah?”, mulai sedikit gemetar, namun tetap cool.

[Papah] : “Turun aja turun, turun situ aja, minta turun sekarang aja trus cari ojeg”.

[Saya] : “……”, melihat sekeliling yang gelap dan hutan, dan yang saya lihat hanya bus ini yang melintas di jalan itu, dengan sorotan mata ngeri dan mulut sedikit terbuka hampir aja saya ngiler.

[Papah] : “Halo.. Wid, kamu udah bilang ke keneknya?”.

[Saya] : “Ta.. tapi.. disini hutan atau perkebunan gitu deh pah kayaknya, gak tau deh tapi sepi, gak ada tukang ojeg, orang yang lewat jalan ini cuma bus ini doang”.

[Papah] : “Waduh, yasudah kamu ke samping supir aja, habis itu ngeliat kalo ada perempatan dan banyak Ojegnya kamu minta turun dan kamu naik ojeg aja sampe rumah, kita tunggu.”

[Saya] : “mm… yaudah aku ke depan sekarang, udah ya pah, ntar aku hubungi lagi.”

*siiiingg…..*

Berpikir keras, dan penyesalan-penyesalan pun mulai muncul pada tahap ini, kenapa gak pesen tiket kereta api aja dari semenjak sebulan yang lalu? kalo naek KA kan gw udah enak sekarang tinggal duduk di kursi, tidur, dan tiba-tiba sudah sampai Tegal dan disambut dengan keluarga dengan gegap gempita seraya berpelukan melepas rindu..

Ok, stop berkhayal Wid, yang diperlukan sekarang adalah berpikir jernih, bukan mulai autis, karena bayangan-bayangan ku diatas itu muncul begitu saja di otak saya seolah-olah saya sedang mengalaminya.

Akhirnya muncul secercah harapan saya untuk mudik bareng keluarga dari Sukamandi karena ada perempatan jalan di depan dan saya bersiap-siap untuk turun dari bus dan mencari Tukang Ojek sang penyelamat itu..

Dan benar saja, ketika saya sudah turun, ternyata di perempatan itu banyak sekali tukang ojek mangkal, mungkin kalo ada tiang listrik dengan lampu panggung saya udah mulai striptis kegirangan di situ.

[T.Ojek] : “Ojek A?”

[Saya] : “Iya kang, Sukamandi sabaraha?”, tanya saya dengan logat sunda jadi2an yang sebenernya mempertegas mereka bahwa saya bukan orang sunda asli

[T.Ojek] : “Sukamandi???”, bengong.

[Saya] : “Iya, sabaraha?”. sedikit cemas.

[T.Ojek] : “ngke heula nya’…”, bergegas ke arah teman-teman ojek lainnya dan tampaknya sedang membicarakan bahwa noh ada orang nyasar minta dianterin ke Sukamandi, kemudian bergegas mengampiri saya lagi ketika setelah 10 detik berbicara dengan temannya.

[T.Ojek] : “Hayu’ a.”, sambil nyalain montor Suzuki Smash nya yang masih mulus.

[Saya] : “Sabaraha kang?”.

[T.Ojek] : “Genep Puluh a….”, sambil nyalain motornya seolah-olah saya telah sepakat. Genep Puluh = Enam Puluh (Ribu)

[Saya] : “GENEP PULUH????”, terbelalak, untung saya tidak mempunyai penyakit jantung akut atau kompilasi kanker mata dan kelamin.

[Saya] : “Ntong genep puluh atuh kang…”, mencoba menawar dengan nada polos.

[T.Ojek] : “Teu bisa a, waktunya habis di jalan doang soalnya.”, sambil matiin motornya, seolah mempertegas ke saya kalo gak mau yaudah lu ngesot aja sono melewati hutan dan perkebunan dan lu bisa berlebaran sama monyet dan beberapa babi hutan.

[Saya] : “Nya geus lah..”, sambil naek ke atas motor dengan muka pasrah sambil ngitung2 budget lebaran yang tiba2 membengkak 60rb. lagipula mudik bersama keluarga yang terpenting, duit mah.. ah.. kecil :P

Selama di perjalanan saya dan Tukang ojek berdialog ringan, sekedar basa-basi untuk sekedar mengisi waktu. 15 menit.. 25 menit… 30 menit.. terjadi percakapan lagi :

[T.Ojek] : “Jauh juga ya a’ ya.. “.

[Saya] : “Udah pernah ke Sukamandi kang?”.

[T.Ojek] : “Belum a, baru kali ini, makanya saya juga tadi nanya-nanya dulu ke teman saya, katanya sih lewat jalan kampung ini bisa tembus sampai sukamandi”.

[Saya] : “owh..”, pasrah kepada Tuhan YME.

WTF!??, malem2, naik motor bersama orang yang sama sekali belum saya kenal, melewati perkebunan, melewati desa yang jam segitu udah sepi, dan Tukang Ojek yang tadinya ku anggap pahlawan yang bisa mengantarkan aku pulang ke Sukamandi pun gak tau jalan, hanya menebak-nebak saja.. OMG, what a wonderfull day?? T_T

Lega bercampur gembira ketika sudah mulai keluar jalan pedesaan dan kembali ke Jalan Raya, dan Jalan Raya itu saya kenal, itu sudah dekat dengan rumah saya, itu pantura, lalu lintas gak macet, justru bisa menghilangkan nyawa orang kalo nyebrang sambil merangkak dan tutup mata. Akhirnya si tukang ojek yang entah namanya siapa itu berhasil menjadi pahlawan bagi saya, karena mengantar hingga ke tempat tujuan, dan keluargaku tercinta sudah menunggu di depan rumah dan siap untuk berangkat ikut rombongan, thanks bwt tukang ojek :D

FYI : perjalanan dari tempat nyasarku tadi yang serasa di negeri entah berantah sampe rumah adalah 50 menit. pantesan si tukang ojek minta tambah XD

Happy ending, saya bisa mudik bareng keluarga tercinta dan beberapa tetangga saya di komplek rumah, sampai ke Tegal dengan selamat sampai tujuan. Sampai Tegal jam setengah empat pagi pas waktu Sahur.

Wow ada lagi, ini barabg yang gw temuin setelah sekian lama terpendam di gudang, ini barabg gw pas masih kecil :P

Jam Dinding ini gw beli pas kelas 2 SD di Jepara di toko Rame sama nyokap.

Jam Dinding Kura-Kura Ninja

Ini Sepatu gw pas ikutan Paskibra 2001 di SMA baik pas kelas 1 maupun kelas 2 pas dapet tugas Pengibar Bendera Kabupaten Jepara (pasukan 8)

DSC01724

Ini kumpulan poto album dari jaman bokap gw masih SD sampe adik gw yang paling kecil umur 6 tahun.

DSC01725

Dan ini komik2 ane, sedih sebenernya, dari koleksi komik gw yang sekitar 40an komik, kemaren ketemu tinggal segini, buset dah.. gw sumpahin yang ngilangin or ngambilin komik2 gw tanpa sepengetahuan gw biar jadi anak yang soleh dan menjadi komikus terkenal.

DSC01728

Turut Berduka Cita Atas Pemboman yang Terjadi Di Hotel JW Marriott dan Ritz Carton Jakarta.

Hey Terroris!

KAMI TIDAK TAKUT!

Pandji Pragiwaksono, terus berkarya!

kreta1x

Tepatnya 26 Juni kemaren saya melakukan perjalanan ke Semarang, karena saya pulang dari kantor jam 6 sore, maka saya tidak berpikir untuk menggunakan KA Senja Utama yang berangkat jam 19.00 dan biasa saya gunakan jika ke Semarang melakukan wakuncar *yah.. wakuncar, wakakakkaka*

Akhirnya saya memutuskan menggunakan kereta api Tawangjaya [Kelas Ekonomi] dengan tiket hanya seharga 36.000 Rupiah, kita bisa “bergoyang” ria di dalam kereta hingga sampai ke Semarang.

Di tiket yang saya beli tanggal 20 Juni 2009, tertera jam keberangkatan KA Tawangjaya kita tercinta itu pukul 21.30, yang saya tau arti dari informasi itu yang berarti memberitahukan kita bahwa KA Tawangjaya akan berangkat lebih dari jam 21.30. Saya kira semua orang juga tau jam 23.00 adalah bukan sama dengan jam 21.30, ada beberapa dugaan kenapa KA Tawangjaya sampai terlambat berangkat hingga 1.5 jam, yaitu berikut analisa saya :

  • Masinis orang Indonesia asli yang menganut paham “kalo bisa nanti, kenapa sekarang”
  • Karena musim diare, masinis sedang bersemedi di toilet sambil nyengir kuda.
  • Rel kereta antara stasiun senen dengan jakarta kota patah mendadak gara2 gak pernah di maintain
  • Semua pegawai KA secara kebetulan adalah orang India yang waktunya lebih telat 2 jam dari Indonesia.
  • Semua pegawai KA secara kebetulan tidak mampu melihat waktu karena saking sibuknya.

Dari semua analisa saya, paling masuk akal adalah point ke 6.. *padahal gak ada point ke-6*.

Perjalanan dari kantor saya deket kalideres hingga Stasiun senen dan melanjutkan ke Semarang, melalu beberapa tingkatan Stress. Dan saya berhasil melalui berbagai macam rintangan stress itu dengan sukses karena jam 07.30 keesokan harinya saya sampai di Stasiun Poncol Semarang dan bertemu dengan kekasih hati.

Berikut tahapan2 stress saya ketika melakukan perjalanan nan “indah” itu.

Stress Tahap 1

Karena menggunakan jasa Transjakarta atau sering orang menyebutnya “Jalan Bus” [BUSWAY]. maka antrian memanjang pun sudah umum di terminal Kalideres, dengan gelisah melihat jam di hape, takut gak nyampe tepat pada waktunya. Maka saya terpaksa berdesak2an dan agak sedikit mendorong ketika ada bis yang datang supaya tidak ketinggalan jadual kereta.

Stress Tahap 2

Transjakarta dengan kapasitasnya yang full, maka semua orang berdiri dan saling berhimpitan satu sama lain, kebetulan saya dapat tempat duduk, tapi orang di depan saya yang berdiri terlalu mendekatkan perut nya ke arah muka, sehingga saya agak jijik, apalagi cowo, kalo cewe’ seh.. hehe.. :P , dengan bau yang kurang sedap saya rasa apalagi itu jam pulang kantor, bau keringat dan jigong sudah umum di sarana angkutan umum.

Stress Tahap 3

Karena saya berangkat terlalu cepat yaitu jam setengah 7 sore dari kantor karena takut terlambat, jadinya saya tiba di Stasiun masih jam 19.40, membuat saya was-was terlalu lama di stasiun, apalagi stasiun senen yang terkenal rawan kriminal itu, tapi saya tetap berbaur dengan yang lainnya di tempat tunggu dengan mengenakan celana pendek, kaos hitam kucel, rambut saya acak2in dan sandal jepit serta tas ransel, sengaja saya berkamuflase seperti itu supaya tidak mencolok dengan yang lainnya :D , sedangkan jadual kereta yang tertera di tiket adalah jam 21.30 meskipun akhirnya berangkat jam 23.00, akhirnya selama 2 jam itu saya menelpon dengan si pacar di stasiun, untung pake XL murah :D

Stress Tahap 4

Setelah jam 21.30 sudah masuk ke Peron, dan bagaikan gembel baru saya duduk di lantai stasiun yang sudah di penuhi orang2 dengan berbagai gaya, ada yang menor, ada yang dandanan anak2 muda sekarang dengan celana jeans sobek2 dan rambut bergaya funky dan menurut dia itu model mutahir masa kini padahal menurut saya tu orang mending ditutupin mukanya pakai kantong plastik biar gak menimbulkan pencemaran visual. Ada juga yang ibu2 membawa anak2nya yang masih kecil dengan menenteng 2 tas gede sendirian, anak satu lagi di gendong karena masih bayi, dan anak satu lagi tidur di paha ibunya, sungguh haru sekali melihat perjuangan seorang ibu supaya anak2nya nyaman. dan terus mengamati keadaan lingkungan sampai saya ngobrol dengan salah satu orang disana hanya sebagai teman ngobrol.

Stress Tahap 5

Inilah puncak dari segala stress yang ada, ketika mulai masuk ke gerbong kereta nomer 4 yaitu gerbong dimana pantat saya di dudukan, saya melihat banyak kursi dengan sandaran yang rusak, jadi mau gak mau para penumpang harus merelakan punggungnya untuk tidak bersandar hingga tempat tujuan, dan saya menjadi salah satunya. Saya tidak bersandar selama kurang lebih 9 jam dan hanya membungkuk ke depan dengan tas ransel yang saya peluk sebagai tumpuan dagu saya jika ingin tidur. Saya tidak sendirian melakukan itu, karena hampir semua penumpang yang duduk di kursi melakukanhal yang sama, tidak bersandar dan hanya membungkuk ke depan atau ke kaca samping, lelah dan penat karena selama perjalanan yang saya lihat hanya layar hitam di balik kaca, dan suara pedagang asongan yang lalu lalang tiada henti, juga orang2 yang tidur di bawah tempat duduk saya, yak.. dibawah tempat duduk saya ada penumpang yang tidur disitu, sehingga gerak kaki saya sangat terbatas. Dengan segala hormat saya pun membatu selama 9 jam di kereta.

Itu serangkaian stress yang saya lalui selama perjalanan.. diantara semua itu paling Stress yaitu yang tahap 5, karena disitu saya hampir mengeluh dan pindah ke bordes gerbong lalu duduk manis di sambungan gerbong itu meskipun dengan suara yang memekakan telinga, tapi saya urungkan mengingat saya belum kawin, sapa tau ntar mati di jalan sebelum kawin kan jadi arwah penasaran :D wakakakkakak…

Tapi diantara semua itu, yang paling saya suka dengan para penumpang Kereta Ekonomi Tawang jaya ini adalah rasa Solidaritas satu sama lain yang sangat tinggi, tolong menolong, bahkan saling menyapa meskipun tidak kenal, karena para penumpang merasa satu rasa, berat sama dipikul, ringan sama di jinjing, yang dapet tempat duduk harus menyisakan ruangan bawahnya tempat duduknya untuk di huni penumpang lain sehingga kaki tidak bisa bergerak bebas jika merasa pegal2, yang tidak dapet tempat duduk juga bertoleransi dengan sebisa mungkin tau diri dan selalu mengalah terhadap penumpang maupun pedagang yang lalu lalang yang sudah pasti mengganggu dirinya sendiri…

Akhirnya.. saya secara pribadi sangat memohon kepada PT KAI. Pak pimpinan, tolong diperhatikan sarana umum nya, kereta api kalo tempat duduknya sudah tidak layak ya mbok di benerin, kasian para penumpangnya, jangan mentang2 bayarnya murah trus di telantarkan tanpa perawatan, tolong pak pimpinan, bangsa ini sudah kacau, kalau para pimpinan2 bangsa ini sadar, malu lah dengan bangsa lain yang ada di dunia…

Ok, Semangat ya PT KAI, semoga kalian menjadi seutuhnya sarana angkutan yang layak di tahun2 mendatang.

Hari Sabtu, 13 Juni 2009.

Halo Widya di tahun-tahun mendatang, kalo kamu di tahun itu masih hidup, bikin jawabannya di satu postingan yang tujuan dari postingan itu adalah untuk menjawab semua pertanyaan pada postingan kali ini. Gimana? setuju? kalo setuju, yawdah login aja ke wordpress or apapun media blog di masa kamu sekarang. karena database blog ini akan segera saya back up setelah postingan ini diluncurkan.

Pertama, mari bahas tentang media Computer di masa saya sekarang, karena kamu di taun 2009 tepatnya di bulan May akhir kemaren baru aja beli Personal Computer, dan karena PC mengalami peningkatan yang cukup signifikan, maka perlu di bahas ini, hehehehe :D

Heh.. wid, kemaren kamu baru aja beli komputer hasil dari cucuran keringat sendiri, dengan merancang spek dari website ini, tau deh di jaman kamu masih ada apa gak tu website, atau namanya bukan website lagi? mungkin namanya jadi holosite (Hologram Site) huahahaha.. *menghayal*

Ehm.. jadi kamu itu kemaren ngotot pengennya AMD aja, gak ada alasan logis sebenernya dari kemaren kenapa ngotot pengen AMD, alsannya karena  harga lebih murah dengan kekuatan yang sama kayak pesaingnya yaitu intel :P ini dia processornya :

Athlon64 X2 7750

Athlon64 X2 7750

Dan processor ini juga rekomendasi di temen gw si arap, menyesuaikan dengan budget serta kebutuhan PC gw sekarang (Programming), dirasa AMD X2 di atas cukup memenuhi syarat, barusan baca2 reviewnya, dan ternyata AMD seri ini mampu di unlock ke seri Phenom X4, gw baca linknya ada di sini, X4 setara dengan quad core atau berinti empat, jadi kinerja processor hampir 4x lipat dari normal.

Pertanyaan :

Di taun-taun mendatang, yaitu taunmu sekarang, Processor udah kayak apa? masih ada processor kah? seperti apa processor di jaman itu?

Sekarang ngebahan Motherboard (Mobo), karena Processornya AMD, maka gw disaranin temen gw si arap itu untuk pake mobo ECS dari ELITEGROUP, karena mobo pilihan Abit kemaren sempet di cancel gara-gara garansi resminya dari Abit Indonesia mau di cabut. ini dia Mobo nya dengan seri : ECS GF8200A (MCP78S,5200,DC D2,GF8200 512MB,PCX)

ECS GF8200A (MCP78S,5200,DC D2,GF8200 512MB,PCX)Lumayan ngebantu juga, karena chipset VGA nya aja udah lumayan GF 8200, lagian sebenernya gak masalah seh VGA nya mau berapa aja, yang penting kan performa buat programmingnya yang mantap :D

Pertanyaan :

Wid, di jaman elo baca lagi postingan ini, tentunya di taun-taun depan, Mobo udah kayak apa? gedenya seberapa? trus jelasin juga komputer or laptop yang kamu punya :P

Sekarang ngomongin RAM (Random Access Memory), Wid di masa depan, kamu tau gak, RAM pada umumnya di taun 2009 ini adalah 2GB PC 6400 DDR 2, bahkan udah ada yang DDR 3 dengan PC lebih dari 10000, untuk membangun PC ini, gw pake RAM V-Gen yang 2Gb PC 6400

vgen 2Gb PC 6400

vgen 2Gb PC 6400

Padahal di taun 2004 lalu pas pertama masuk kuliah, RAM 512 itu udah owning, huakakakakak.. jadi inget temen ku si niki yang baru beli PC dengan RAM 512 bangga abis, nik.. sekarang kompi lu cupu abis nik. huahahahah..

Nah.. dari 2004 ke 2009 ada selang waktu 5 tahun, nah.. di jaman kamu pas baca tulisan ini wid, RAM pada umumnya udah berapaan? apa udah DDR 3? DDR 4? or DDR 67874? kayak apa modelnya? kinerjanya setara dengan memory diatas berapa kali? :D

Processor, Mobo, RAM, udah semua, apa lagi yah.. VGA? no VGA in my beloved PC, just GF chipset that included on mobo :D , ok, sekarang ngomong masalah Harddisk. Dulu jaman gw pas baru tau Harddisk, aku sempet ngalamin Harddisk gedenya cuma 4 Gigabyte, memang waktu saya udah punya 4 Gigabyte, temen-temen pada beli yang 40 Gb, 80 Gb, tapi tak beberapa lama kemudian aku juga beli yang 40 Gb, itu taun 2004, dan ditahun 2006 akhir, harddisk standard waktu itu saya beli komputer bulan Desember 2006 harddisk pada umumnya waktu itu udah 80 Gb, sekarang?? pas gw beli komputer lagi bulan May 2009 kemaren, Harddisk pada umumnya udah 160 Gb, itu pun udah cupu, cuz normalnya orang beli PC pake harddisk 250 Gb sampe 320 Gb, meskipun sekarang udah ada yang 500 Gb dan 1000 Gb (1 Terabyte).

Kemaren saya beli nya Seagate aja yang 160 Gb SATA-II

Seagate 160Gb SATA-II

Seagate 160Gb SATA-II

Seenggaknya 160 Gb di jaman sekarang (2009) itu udah standard lah :P , hehehe daripada kemaren sempet berencana beli yang cuma 80 Gb, cuz emang gak ada kebutuhan laen kayak komputerku dulu yang buat nyimpen film, picture, n music sampe bergiga-giga, yang sekarang cukup buat coding Java aja ya wid :D hehehehe..

Kayaknya dari 4 komponen diatas udah bisa jadi satu PC “Telanjang” tanpa baju, kalo masalah baju, saya kemaren mau beli yang murahan, tapi berdasarkan pengalaman saya waktu beli PC di taun 2006 dengan casing yang murahan, hasilnya malah berabe, power supply gak kuat ngangkat dan menyebabkan penyakit kronis pada harddisk dan mobo, akhirnya PC itu meskipun sekarang masih di pake adiku dirumah, tapi sering ngadat, gak mau lah saya terjerembab ke lubang yang sama, jadi untuk beli PC kali ini, saya pilih kan “baju” yang lumayan untuk PC ku biar tambah cantik :D

Simbadda Sim Cool

Simbadda Sim Cool

Simbadda Sim Cool

Selesai deh jadi satu PC, udah ada PC nya gak ada monitornya percuma juga, tadinya saya mau beli monitor LCD Advanced yang 17 inch, tapi yang ada produknya lagi gak bagus cuz waktu di test ada dot nya semua di layar, jadinya saya ganti ke LG yang 16 inch, sebenernya nanggung banget beli yang 16 inch, cuz layarnya kecil juga karena Wide, tapi buat coding lumayan lah, kerasa lebih lebar daripada monitor biasa.

LG

LG

selesai juga ngrakit komputernya, dan kemaren sempet gagal install Windows XP SP 3 nya, pada waktu menginstall Win XP terjadi Blue Screen Of Death (BSOD). setelah stuck selama 4 hari browsing sana-sini cari solusi, ternyata ketemu, dan solusinya adalah, Switch HCSI mode to SATA mode on BIOS Setting! :D , dan voila! Wind XP pun berjalan mulus kayak jalan tol (bukan jalan tol Jakarta yah) :D

Finally, this is my Beloved PC, and i give her name : Victoria

My Beloved PC (Victoria)

My Beloved PC (Victoria)

Dengan adanya Victoria ini, maka saya nyatakan, keadaan saya siap tempur di medan perang

Kupu - Kupu

Kupu - Kupu

Tiap hari, mulai dari tanggal 6 April yang lalu sampai postingan ini di luncurkan, tiap hari gw merasa no life, mulai dari jam 9 pagi sampai jam 7 malem gw bakal bertatap muka langsung dengan monitor, istirahat hanya pada waktu makan siang dan solat saja.

Di satu sisi gw ngrasa gak nyaman dengan pekerjaan yang bener2 full tanpa entertainment, bahkan dengerin musikpun gak bisa karena USB port kantor di disable, jadi gw ngrasa bener2 kerja full setiap hari selama 5 hari seminggu.

Tetapi di sisi yang lain, gw ngrasa ini saat yang tepat gw buat ngejar ketinggalan2 gw dari temen yang lain yang udah pernah mengalami sytem kerja under preassure kayak yang aku alami sekarang, gw ngrasa selama kerja di tempat sebelumnya gw ngrasa gw diberikan banyak kelonggaran, free internet akses tanpa batas, bahkan donlot bergiga2 pun gak masalah, tapi sekarang? gw kayak di balik 180 derajat, jangankan donlot, browsing sehari aja belum tentu sekali :P cuz kadang gak browsing sama sekali, karena semua error cukup dengan tanya sama technical leadernya udah bisa solved :D

Sekarang saat yang tepat supaya gw tau rasanya di tekan oleh atasan, dengan segala keterbatasan yang ada gw harus survive! cuz kadang orang bisa maju karena sebuah keadaan yang menekan dia untuk maju.

Jadi inget kata2 bokap gw yang bilang : “Butuh dan Ingin itu beda, butuh itu datangnya dari hati, tapi ingin itu datangnya dari nafsu.”, dan gw sadar, sekarang inilah yang gw butuh, gw butuh ilmu yang lebih untuk menggapai semua cita2 yang gw pengen.

Quote lagi dari bokap : “Jika kita menginginkan kupu2, maka kita bakal dipersiapkan untuk menerima kupu2 tersebut, maka dari itu Tuhan memberikan kita ulet terlebih dahulu, dan Tuhan akan memberikan kupu2 itu ketika kita telah pantas dan siap menerima kupu2 tersebut”. Waw.. nice banget :D

So, kita pasti dapet apa yang kita butuh, tapi belum tentu kita dapet apa yang kita inginkan :D

Thank You For All My Friend!

Tanggal 13 Maret 2009 kemaren gw interview di jalan Sudirman Plaza DM lantai 21, tepatnya di PT Axis Global Integrasi.

Pagi itu nampak seperti biasa2 aja, istimewanya gw bangun pagi jam 05.30 untuk siap2 interview, cuz gw belum tau tempatnya, jadi gw berangkat sepagi mungkin.

Setelah mandi dengan berdingin-dingin ria karena gak biasa bangun sepagi itu, akhirnya gw putuskan untuk menyemir sepatu hitam gw yang pemberian dari sang kekasih dulu waktu masih kuliah :D

Semua tampak baik2 saja, ketika gw mulai melangkahkan kaki keluar dari kontrakan gw yang sempit itu karena rumah petak di huni oleh 5 orang, gw mulai menuju warnet terdekat untuk ngeprint CV gw siapa tau disana nanti di butuhkan.

Pertanda gak enak pertama muncul, yaitu flash disk gw ketinggalan di warnet setelah gw ngeprint CV, padahal di flashdisk itu ada perbekalan persenjataan gw buat maju ke medan perang (interview) sapa tau di perlukan test coding.

Ah sudahlah.. relakan saja flashdisk ku yang mungil itu, jadi gw naek bus kota nomer 46 jurusan Cililitan – Grogol dan turun di Komdak, untuk kemudian melanjutkan naek metromini 640 menuju lokasi di jalan Sudirman.

Semuanya fine2 aja sampai gw turun dari metromini sampai jalan melewati jembatan penyebrangan, kaki kananku mulai merasa aneh dengan keberadaan sepatu sebelah kanan gw yang mulai terasa mengendor..

E Buset, sepatu sebelah kanan gw JEBOL! ya jebol alias menganga lebar, OMG!! WTF!! dan gw pun setelah nyadar akhirnya berjalan ngesot dengan kaki kanan menyeret2 ke tanah.

Di jalan Sudirman Jakarta, jam 07.30 pagi gw berjalan di trotoar dengan baju rapi, celana kain, kemeja biru garis2 lengan panjang sepatu hitam di antara orang-orang kantor lainnya yang terburu-buru, gw berjalan ngesot dengan kaki kanan menyeret2 ke trotoar biar sepatu gw masih bisa dipake at least sampe tempat duduk deket situ, akhirnya gw duduk di pinggir trotoar.

Panik, dan malu, malu takut ketauan sepatu gw jebol di liatin banyak orang, akhirnya gw inisiatif telp temen gw untuk nganterin sepatu dia buat gw pinjem ke Sudirman, setelah nego dan memohon2 bak budak mau di penggal kepalanya oleh sang algojo, akhirnya temen gw mau nganterin sepatu nya ke gw untuk gw pinjem buat interview… hufft.. alhamdulillah.. sukur dah gw masih bisa interview..

Satu jam gw tunggu, akhirnya ada sms dari temen gw itu, sms nya kira2 seperti ini :

“Wid, gw nyasar sampe Thamrin, gimana dunkz?”

Hwaaaa.. kaget, tapi tetep stay cool, cuz gw udah pasrah ama keadaan, yang penting gak boleh panik, yawdah akhirnya gw bilang aja ke dia balik lagi naek 640 ke arah Sudirman, akhirnya yang ditunggu2 pun datang, OMG pokoknya bersyukur banget dah dia datang nganterin sepatunya buat gw pinjem.

Kemaren di telp oleh receptionistnya gw suruh dateng jam 9, tapi berhubung tragedi sepatu itu, gw masuk ke kantornya jam 10, bertemu dengan seorang interviewernya, dan untungnya orangnya baik, masih memberi kesempatan interview setelah gw jelasin tragedi itu :D

1 jam interview, gw optimis dengan interview itu, dan besoknya, gw dikirimin email untuk dateng lagi hari sabtu tanggal 21 Maret 2009 untuk tanda tangan kontrak, dan membawa satu pas foto ukuran 3 x 4 untuk pembuatan id card waktu masuk kantor tanggal 6 besok :D

Senangnya hatiku.. hilang panas demamku, akhirnya setelah melalui tragedi2 memilukan itu berbuah manis, gw di terima di PT Axis Global Integrasi untuk posisi Intermediate Java Programmer.

Dan gw setelah taken kontrak tanggal 21 Maret kemaren, gw di tempatin di jalan Daan Mogot KM 19.6 di PT Panca Budi Pratama untuk mengerjakan project disana.

Hari ini, Jum’at 03 April 2009 hari terakhir gw kerja di PT Ametis Technology, setelah 1 setengah tahun kerja di sana, banyak sekali manfaat dan pelajaran yang di ambil, gw nyadar banget, gw bukan apa2 tanpa kerja di Ametis, thx buat temen2 di Ametis, sukses buat kalian semua! :D

LOL!

LOL Cat : Taka From www.sodahead.com

LOL Cat : Taka From www.sodahead.com

Pagi ini gak ada yang aneh, hari jum’at biasa dan panas.

Setelah sampai kantor dan beberapa lama duduk di kursi dan menatap dunia maya sejenak, ada yang aneh.

Salah satu temen gw yang namanya mirip samaran nya tukul ini nulis status di situs jejaring sosial yang mereka beri nama Facebook itu. dan, his status is : TGIF!

WTF of TGIF?

TGIF is abbreviation of Thank God It’s Friday (LOL)

Setelah setaun lebih berjalan-jalan menikmati betapa no life nya beraktifitas di dunia maya, hari ini menemukan singkatan yang sama sekali baru bagi gw.

TGIF = Thank God It’s Friday.

Setelah sebelum sebelum2nya singkatan2 untuk komunikasi yang saya jumpai di kehidupan dunia maya adalah :

LOL = Laugh Out Loud (ngakak)

ROFL = Rolling On The Floor (ngakak sambil guling2 di lantai)

OMG = Oh My God! (biasalah, ekspresi terkejut)

OMFG = Oh My F*&%ing God (saru, jangan di terjemahin)

WTF = What The Fuck! (saru, tapi kalian pasti udah pada tau)

FYS = Fuck Your Self (saru lagi, uh.. emang kalian itu pada ngeres2)

FU = Fuck U (huruf “u” di baca “yu” tulisan sebenernya adalah “you”)

FYI = For Your Info

CMIIW = Correct Me If I’m Wrong (koreksi aja kalo gw salah)

TGIF = Thank God It’s Friday (LOL)

LMAO = Laughing My Ass Off! (LOL)

Hehehe.. kenapa yah, muncul singkatan-singkatan fenomenal itu, yang jelas, singkatan-singkatan itu bikin gw ngakak kalo baca, apalagi kalo ada orang yang saking “nerd” nya maka di kehidupan nyata pun singkatan-singkatan itu masih di gunakan untuk berkomunikasi normal (ROFL)

Ntar kalo ada lagi singkatan-singkatan yang lain, gw tulis lagi di postingan ini, jadi postingan ini bakal terupdate terus khusus untuk penemuan-penemuan singkatan di dunia maya :D

Masih ada singkatan-singkatan lagi yang lain gak yah?

Edric Extravaganza n Raditya Dika

Edric Extravaganza n Raditya Dika

Yak, baru aja gw pulang nonton premiere film Kambing Jantan, di postingan gw sebelumnya gw udah kasih tau kok bisa2nya gw nonton film gak penting kayak gini :D , hihihihihihi

Filmnya, menurut gw pribadi seh biasa aja, ceritanya biasa aja, datar, gak ada emosi,  gak sebagus yang gw bayangin, dan gak sejelek film2 akhir2 ini yang kesannya kejar tayang kayak shitnetron2 itu (pendapat pribadi), cuz emang gw gak suka adegan2 percintaan yang menjurus ke arah lebay, dimana seorang pria bersujud2 terhadap wanita, meminta maaf dengan iba dan melas, but overal, menghibur, karena memang tampang konyolnya dika disitu sangat membahana dan absolutely konyol :D

Tapi tetep adegan-adegan lucu waktu Edric Extravaganza muncul di layar, pasti lucu, pasti itu mah pasti lucu :) )

huahahhha.. tampang konyolnya dika, ditambah wajah blo’on nya Edric, beuh.. kombinasi yang pas menurut gw buat bahan ketawa-ketiwi (yooo.. akting kalian bagus bro).

Dan gw sempet berpoto2 bentar sama Edric, dan Richard yang di bukunya radith jadi temennya dia yang bule gila itu dari Australia.

Gw n Edric Extravaganza

Gw n Edric Extravaganza

Adegan bikin gw ngakak sepanjang film itu dan terngiang2 sampe sekarang adalah waktu si Hariyanto (Edric) nanya si dika waktu mau pulang ke Jakarta dari Australia gara si Kebo (pacarnya dika alias si kambing) marah, percakapannya kira2 begini :

Edric : “Mau kemana dik?”.

Dika : “Balik ke jakarta”.

Edric : “Kok mendadak gini to dik?”.

Dika : “Kebo Ngamuk, jadi gw mesti ke jakarta sekarang”.

Edric : “Serius dik? jadi ada Kebo ngamuk di jakarta? yang meninggal berapa dik?”.

Dika : “Kebo itu pacar gw gembel!”

Huakakakakka.. ngakak abis, akting nya Edric emang gak tanggung2, pasang tampang blo’on nya itu loh.. kagak nahan :) )

Menghibur lah.. menghibur sangat di tengah2 kepuyengan dan kejenuhan kerja sehari-hari.

Nah.. keluar dari pintu bioskop gw langsung di sambut mbak2 reporter dari Trans 7, dan langsung diminta wawancara dimintai pendapat tentang film nya Radith yang baru aja gw tonton. *masuk tipi.. masuk tipi…* Yang katanya akan ditayangkan di program Selamat Pagi Trans 7 jam 7.30 besok, huff.., nginep kantor aja ah.. biar bisa nonton tipi dan liat gw di tipi jam 7.30 besok, huahahahahah *katrok mode = on*

Kambing Jantan

Kambing Jantan

Pagi yang seperti biasa, gak ada yang aneh kecuali semalem ada sebuah mahluk menjijikan masuk ke kosan, ntahlah apa yang ada di benak kecoa itu, sampe2 dia masuk ke kosan yang seolah-olah kecoa itu melenggang dengan sambil membawa spanduk bertuliskan “Bunuhlah saya, saya sudah muak hidup di comberan“, gw sama salah satu object penderita gw temen gw yang kebetulan ada di situ, langsung sigap menanggapi tulisan di spanduk yang di bawa kecoa itu, segala macam perlengkapan perang seperti botol aqua mineral, sendal, sapu dan bahkan spray pengharum ruangan pun di siapkan dengan seksama untuk mewujudkan keinginan mahluk laknat kecoa itu.

ok, bukan kecoa keparat itu yang mau gw ceritain disini, tapi tentang kabar baik dari si Mbe’ di siang hari pagi hari itu setelah gw bangun tidur, kira2 sms nya begini :

“Wid, Lo Dapet Nonton Premiere Gratis Kambing Jantan”

Singkat, padat, bermakna, jelas, cerdas, antusias, dan menyakitkan (baca:menyenangkan) serta menusuk (baca:menggembirakan) itu memang ngebuat gw terbangun dari kasur dan langsung telp ke dia untuk konfirmasi, gak puas, gw langsung mandi dan berangkat ke kantor untuk segera mengecek alamat blog nya Raditya Dika. Dan gw donlot daftar 250 korban partisipan yang mendapat tiket premiere gratis tersebut. Ok nama gw ada di urutan 124.

Trailer Kambing Jantan :

Huahahahaha.. ternyata gw salah satu korban dari si kambing jantan ini untuk membuang-buang dengan sukacita menyempatkan diri waktu gw buat nonton film itu di XXI Pondok Indah Mall, bersama 249 blogger lainnya yang dapet tiket gratis itu, dan bersama tentunya Raditya Dika itu sendiri dan artis2 undangan lainnya , oh sungguh malangnya bahagianya hati ini.

Ok, dan gw harus datang hari selasa 3 Maret 2009 di XXI PIM pukul 19.00 untuk mengambil tiket gratisnya itu cukup menunjukan KTP saja.

By The Way, kecoa itu sukses melarikan diri ketika mulai di semprot pake pengharum ruangan dengan meninggal kan spanduk “Bunuhlah Aku” yang di bawanya tadi. Mungkin dia masih memikirkan anak dan istrinya serta semua sanak familinya yang masih hidup mlarat bahagia di comberan.

Older Posts »